ini cerita tentang pernikahan salah satu sahabat terbaik saya, secarik kisah cintanya...
kata-kata di atas adalah eskpresi kekagetan saya saat sahabat saya membicarakan tentang resepsi pernikahannya. yap, salah satu sahabat terbaik saya yang segera akan melepas masa lajang, tapi tanggal resepsinya pas-pasan banget dengan trip planning saya yang sudah digaung-gaungkan berbulan-bulan lamanya. saat itu saya memang agak sedikit kecewa karena sangat khawatir tidak bisa datang di hari terpentingnya. saya juga sedikit kecewa karena saya sudah memberitahu sang pengantin jauh-jauh hari tapi ga didenger juga :(
kegalauan pun melanda, di satu sisi saya pengen banget bisa hadir di hari penting sahabat saya, tapi di sisi lain saya sudah sangat excited menyambut liburan yang bisa dibilang adalah liburan terjauh saya selama hidup ini, this trip will be the beginning for me to go away from where i usually stand *selama ini jadi anak rumahan*. dengan biaya dari kantong sendiri, rasanya agak ga rela kalo saya harus melepas tiket yang sudah di booking dari 10 bulan yang lalu itu. well, saya konsul dengan teman yang lain dan kebanyakan dari mereka meyakinkan saya, sahabat lebih penting dari traveling.. uuhhhh :( .. i do agree with this statement, dan pada akhirnya sayapun berniat untuk merelakan saja tiket yang sudah ditangan itu, merelakan liburan saya. mungkin next time saya bisa planing untuk berlibur lagi.
