ehhhmm... ini bukan proposal minta sumbangan loh ya :D
jadi nih... si lope ceritanya mau bawa keluarganya ke rumah yiihiii.. di tanggal 27 September 2015, tepat 1 tahun yang lalu dia propose saya personally, finally he proves his words and his promises :)
Acara lamaran yang mau kita laksanakan lebih ke acara perkenalan keluarga, as simple as us. ga ada acara formal karena kita berfikir pasti kaku banget dan kurang kerasa kekeluargaannya, secara yaa keluarga saya sama keluarga dia belum pernah ketemuan sebelumnya, so.. this is really the first time the big family meet. Karena acara yang mau dibikin memang sederhana, alhasil bebawaan pas lamaran pun cukup seperti orang yang bertamu aja, parcel buah dan kue. sebenernya ada adat lain sih, rata-rata kalo orang lamaran tuh bebawaannya sekaligus sama perlengkapan si wanita, yaitu:
1. perlengkapan sholat : mukena, sejadah, al-quran
2. perlengkapan tidur: baju tidur
3. pakaian dalam
4. baju kerja : kemeja dan celana
5. baju muslim
6. sepatu/sandal
7. tas
8. hair & body care set : hair mask, body scrub, body mist, body butter, body lotion
9. perlengkapan make up: foundation, bedak, pensil alis, eyeliner, maskara, eyeshadow, blush on, lipstik
10. handuk + perlengkapan mandi
11 bed cover
12. kain + kerudung
nah, menurut adat sunda, perlengkapan di atas juga bisa di bawa ketika nanti 'nge-besan' atau si pihak besan datang pas resepsi berlangsung.
prosesi lamaran konsep yang sederhana & kekeluargaan kurang lebih kaya gini:
1. keluarga CPP (calon mempelai pria) datang disambut oleh juru bicara keluarga calon mempelai wanita (CPW)
2. keluarga CPP dipersilahkan duduk ditempat yang sudah disediakan
3. keluarga CPW datang dan bersalaman menyambut keluarga CPP
4. perwakilan keluarga CPW memperkenalkan diri dan mempekenalkan masing-masing anggota keluarga sekaligus menanyakan maksud dan tujuan kedatangan
5. keluarga CPP memperkenalkan anggota keluarga masing-masing terus mengutarakan maksud dan tujuan kedatangan
6. perwakilan dari keluarga CPP bertanya ke CPP buat make sure kalo perempuan yang dimaksud ini memang benar yang didatangi *biar ga salah alamat :p
7. perwakilan keluarga CPW menanyakan kembali jawaban dari CPW, benar apa ngga laki-laki yang disukai itu yang datang hari ini
8. CPW menjawab pertanyaan
9. lamaran sudah sah dan diterima *horeeee
10. acara makan-makan
11. mengutarakan tanggal pernikahan dan disepakati
12. acara penutup & doa
-selesai-
Buat kostum CPP dan CPW itu kami sengaja janjian pake warna baju yang sama dan bukan pake baju batik couple *biar ketauan yang mana CPP dan yang mana keluarga yang nganterin :p , kita sama2 pake baju warna putih dan formal.
well, sekedar curhat colongan aja nih, rasanya ketemu si CPP dan keluarganya saat acara lamaran itu bener-bener ga bisa diungkapkan dengan kata-kata. wwiiswwiiiwww.. ketika prosesi lamaran berlangsung tiap detiknya pasti rasa respek dan sayang sama si CPP bakal nambah 1000% hihhihihi.. ini saya aja yang merasa apa semua CPW ya? hehee
karena pas acara lamaran berlangsung, in my heart i do realize.. yaAllah.. this is the man who seriously want to maryy me, live together with me.. and choose me to be his soulmate, to acompany him in any conditions, he proves his love not only by words, but by our commitment too.. terharu dan bahagia banget :)
selesai proses lamaran, next chapter are... prepare our unforgetable wedding .. yyyeeeaaahhh .. siapkan jiwa dan raga buat yang satu ini *tarik nafas dalem-dalem* karena bakal banyak banget hal yang bikin kita ketawa, nangis, sebel, sedih, pusing sampe gamau makan but at the end is, just happiness :) :)
*kata orang-orang yang udah pernah nikah siiiiyy... hehhee
"this is a part of common people pass, don't have to be nervous or stressful, we just have to feel these all nicely, .... and prepare for the best, together, just together, bismillah"
Saturday, 24 October 2015
Friday, 25 September 2015
Get Ready Facing a Movement in Life
hey hey.. kamu kamu yang segera beranjak ke usia 25, siap-siap akan dipusingkan sama yang namanya question "mana calonnya?" , "kapan nikah?" "ayo cepetan nikah udah umur 25 lho" ..
mmm.. well, biarpun banyak dari temen-temen yang udah dari jauh-jauh hari di jejali sama pertanyaan-pertanyaan ini dan udah sangat kebal plus sudah punya juga jawaban yang bikin skak mat buat jawab pertanyaan di atas, saya ucapkan selamat. :D
ntah kenapa, umur 25 sering dijadikan seseorang, masyarakat, dilingkungan saya sih khususnya, sebagai patokan tingkat kedewasaan seseorang dan tingkat kelayakan untuk segera menikah dan berumah tangga. jadi, kalo ada anak gadis di umur 25 dan belum menikah, mereka akan di cap 'tidak laku' dan 'kurang menjual' -_- .. saya sendiri masih di umur 24 baru mau ke 25 sudah aga-aga pusing dengan pertanyaan keluarga besar apalagi ketika satu per satu sepupu sudah naik ke pelaminan. khususnya bagi wanita, yang sudah lulus kuliah, sudah bekerja, tantangan selanjutnya adalah .. jengjenggg... menikah. lebih tepatnya adalah tantangan untuk stay cool & keep beautiful buat jawab pertanyaan tentang jodoh, satu per satu.
sebenernya, di umur yang menjelang 25 ini, kepikiran soal jodoh sih udah, mungkin pasangan pun sudah ada juga, ga sedikit juga kita yang udah punya wedding planing, tapi jodoh itu kita juga semua udah faham i'm sure.. jodoh itu bukan hanya dari keinginan dan rencana kita semata, tapi udah ada yang dari jauh sebelumnya merencanakan. yap, that's why we shouldn't be so stressful bout that awkward question ;)
tinggal banyak-banyak minta sama Sang Pegabul doa biar kita-kita para wanita lajang yang udah mau beranjak ke umur 25 ini segera bertemu dengan si pasangan hidup yang sudah ditakdirakanNya.
lanjut ke soal si johan, jodoh di tangan tuhan, bagi mereka yang udah punya wedding planing *kaya ekeu* ,, mungkin pertanyaan yang sering mondar mandir adalah "are you sure you'll marry?" , "udah siap beneran mau nikah?", "bisa ga jadi istri yang baik?" , "bisa ga jadi anak, ibu, dan menantu yang baik?", "udah punya bekel apa aja buat jadi seorang istri?", "are you sure he's the one?" "serius nih dia yang bakal jadi suami kamu?", "kamu dan dia bisa saling membahagiakan?" , "mau bangun rumah tangga kaya apa, kaya gimana?" , buanyaakkk banget pertanyaan seputar wedding planing, bukan cuma soal resepsi yang udah pasti banyak juga perintilannya, tapi kesiapan mental yang juga ga kalah menggalau di detik-detik menjelang wedding planing kita semakin mendekati real timenya. howalaah...
tentu setelah kita menikah kehidupan akan berubah, yang tadinya semua di sediain sama orang rumah, harus bisa serve sendiri, bahkan melayani sang suami, yang tadinya bisa bebas mau ngapain ja, mau pake style apa, mau kemana aja, tiba-tiba harus ada acc dari suami, bangun tidur mau tidur ngeliat wajah orang itu, then the question is.. are you ready for these all??
huft.. pucing pala berbie.. bagi saya yang terbiasa melakukan semuanya sendiri, sesuai kehendak saya, melakukan apapun yang saya mau dan saya suka, aga pusing memikirkan tentang kebebasan saya yang akan segera berakhir +_+ .. terus kalo gitu, kenapa kita harus menikah?
pertanyaan menggalau lagi-lagi dateng..hiiaaak
terus gimana nih?? lanjut nikah?
lanjut dong :D
dengan modal keyakinan dari si calon suami, kekuatan cinta dan sayang #ceileeeeeh :p
saya sangat bersyukur punya calon suami yang ga suka mengekang, dan tetap menghormati hak-hak istrinya meskipun dia punya wewenang penuh sama sang istri, dan dengan meluruskan niat kita menikah. yap, niat yang paling penting, jauh dari semua ke-hectic-an perincian resepsi, alhamdulillah si calon suami selalu mengingatkan saya tentang esensi dari menikah itu sendiri. kita menikah karena ingin menyatukan cinta dalam ikatan yang diridhoi Allah, menikah karena ibadah dan mengikuti ajaran Nya, menikah untuk menyempurnkan agama, dan menikah untuk berbahagia :)
lega banget jadinya, dan semua ketakutan, keraguan rasanya terbang...
lega banget jadinya, dan semua ketakutan, keraguan rasanya terbang...
so, bagi kamu yang mau segera menikah, take it easy, Allah with us ...
Friday, 14 August 2015
Perasaan Perempuan
Tak akan ada habisnya bila membahas perasaan perempuan.
ya, perasaan. hal yang sangat sensitif dan subjektif.
tapi yakinlah, tidak ada perempuan yang tak ingin dijaga perasaannya. tidak ada perempuan yang tak ingin dijaga hatinya. di balik ekspresi dan air mukanya, senyumnya, kekhawatirannya, dia selalu berusaha menjadi bunga mekar untuk mereka yang ada disekitarnya.
berusaha menjadi kuat seperti rumput yang tetap hijau meski sering diinjak.
perasaan perempuan sangat peka, saking pekanya sampai terlihat egois.
perasaan perempuan sangat luas, saking luasnya bisa memendam semua asa.
perasaan perempuan sangat halus, segaris saja duri menggores akan terlihat bekasnya.
namun perempuan juga terlahir untuk memiliki hati yang tangguh, menjadi sandaran bagi anak-anaknya, menjadi tempat mengeluh bagi belahan jiwanya, menjadi penyemangat bagi mereka yang disayangi.
bila ingin menjaga perasaan perempuan, bersikaplah bijak terhadapnya, ramah dan lemah lembutlah hanya kepada hatinya yang lembut, bukan dengan mudah beramah tamah dengan mereka diluaran, bukan bermimpi menjadi yang terbaik bagi semua hati, jadilah yang terbaik hanya kepada hatinya.
jagalah hati dan perasaan perempuan, ya.. perempuan yang sudah kalian tunjuk menjadi ibu untuk anak-anak kalian.
ya, perasaan. hal yang sangat sensitif dan subjektif.
tapi yakinlah, tidak ada perempuan yang tak ingin dijaga perasaannya. tidak ada perempuan yang tak ingin dijaga hatinya. di balik ekspresi dan air mukanya, senyumnya, kekhawatirannya, dia selalu berusaha menjadi bunga mekar untuk mereka yang ada disekitarnya.
berusaha menjadi kuat seperti rumput yang tetap hijau meski sering diinjak.
perasaan perempuan sangat peka, saking pekanya sampai terlihat egois.
perasaan perempuan sangat luas, saking luasnya bisa memendam semua asa.
perasaan perempuan sangat halus, segaris saja duri menggores akan terlihat bekasnya.
namun perempuan juga terlahir untuk memiliki hati yang tangguh, menjadi sandaran bagi anak-anaknya, menjadi tempat mengeluh bagi belahan jiwanya, menjadi penyemangat bagi mereka yang disayangi.
bila ingin menjaga perasaan perempuan, bersikaplah bijak terhadapnya, ramah dan lemah lembutlah hanya kepada hatinya yang lembut, bukan dengan mudah beramah tamah dengan mereka diluaran, bukan bermimpi menjadi yang terbaik bagi semua hati, jadilah yang terbaik hanya kepada hatinya.
jagalah hati dan perasaan perempuan, ya.. perempuan yang sudah kalian tunjuk menjadi ibu untuk anak-anak kalian.
Subscribe to:
Posts (Atom)