Pages

Thursday, 24 October 2013

write for my self :)


When you write, what is it that makes any writing, a very powerful and convincing tool for the inventions and image of new possibilities? Anything invisible, unknown can be made visible and known by the power of blog writing. With myriad of creative thoughts and ideas, they need to be put into writing. It helps giving someone’s internal censor a rest. When you start writing about anything, the most important factor is to let your self-judgment go. If you will keep thinking about your blog writing skills, you are never going to end what you started.

Try to write for fun, as a matter of relieving stress or confusions. Many times, the writing mind can access to the point where thinking mind cannot reach. When we define the word ‘blog writing’, we will say that it is a process of self-observation or reflective thinking. Putting everything on a piece of paper, and you might actually find the solutions to all your problems. It is that shape of creativity which is the best medicine for emotional or mental confusions. If there is any ambiguity in mind, try to highlight it on a piece of paper.
A person can connect intuitively with himself/herself. Let your hands answer the question instead of mind. This is a good exercise to practice at home. With your favorite pen, sit alone and self-assess yourself. DO not judge yourself; let the intuitive and creativity sense answer your problems.
I don't know what I should write on this >,<





Tuesday, 20 August 2013

Putus Hubungan di Era Sosial Media

Selamat pagii 
Happy Tuesday, :)
guys ,, ini masukan dari YahooShe,, let's read ..
kebetulan muncul ketika saya membuka Yahoo pagi-pagi saat nyalain PC, menurut saya artikel di bawah ini cukup menarik dimana semua orang yang pernah mengalamai 'putus cinta dan patah hati' bisa termotivasi kembali, 
selamat membaca ~~~ ^^ 


Lima belas tahun yang lalu, saya nggak pernah membayangkan bahwa menemukan teman lama bisa dilakukan dalam hitungan detik, menggunakan nggak sampai sepuluh jari, dan bisa dilakukan tanpa perlu menggerakan badan dari atas kasur. Terima kasih kepada internet dan media sosial yang tumbuh bagaikan lumut di dinding yang lembap (karena bagaikan jamur di musim hujan terlalu mainstream), kadang menemukan teman semasa TK jauh lebih mudah karena mereka bisa tiba-tiba muncul di mana-mana. Tanpa diundang, tanpa diminta. Susah dienyahkan. 

Kalau susah dienyahkan, bagaimana caranya bisa melupakan?

Itu baru tentang teman, bagaimana dengan mantan pasangan? Tingkat menyebalkannya silakan dikalikan dua ratus. Atau berapa pun terserah anda. 

Saat ini, semua orang tampaknya terhubung satu sama lain—si A mengenal si B, yang kenal si C, yang merupakan mantan pacar si D, yang ternyata kakaknya si A. Pusing? Saya pun yang menulis hubungan barusan merasa bingung. 

Setelah suatu hubungan berakhir, tak ada orang yang mau diingatkan mengenai si mantan dan hubungan yang pernah terjadi. Dan di era sekarang, cara paling cepat untuk tidak teringat mantan adalah dengan melepaskan diri dari si mantan di seluruh akun jejaring sosial. Karena pastinya kita nggak mau si calon-potensial-di-masa-yang-akan-datang melihat foto kita dan si mantan sedang berpelukan bahagia atau berbalas kata manis yang membuat semua orang diam-diam memutar bola mata sebal. 

Semua saling terhubung, suka nggak suka. Kabar tentang si mantan bisa muncul dari mana saja, dari siapa saja. Salah satu yang perlu diingat adalah jangan sampai kita menganggap bahwa kita sudah bisa move on dari mantan hanya karena kita sudah mem-block mereka atau bahkan melaporkannya sebagai spam. Halooo... di dunia nyata mereka masih eksis, lho. 

Lucunya, setelah memutus pertemanan di Facebook atau berhenti mengikuti akun si mantan di Twitter (atau jejaring sosial yang mana pun), kita tetap penasaran dan malah mencari tahu tentang si mantan di jejaring sosial dengan menggunakan akun milik teman kita. Jangan coba mengelak, deh. Ya, kan?